Kamis, 27 Juli 2023

PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK DAN SPESIALISASI AUDITOR TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN

 

A.    Kajian Teori

1.      Laporan Keuangan

Setiap perusahaan harus dapat menyimpan catatan, pembukuan dan laporan dari semua kegiatan usahanya. Pencatatan, pembukuan dan laporan dibuat dalam jangka waktu tertentu. Pemilik atau manajemen harus mengetahui berapa banyak uang yang telah masuk ke perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Pencatatan dalam jangka waktu tertentu berupa laporan keuangan.

a.    Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah hasil akhir.proses akuntansi. Hal-hal yang belum terjadi dan masih berupa potensi, tidak tercatat dalam laporan keuangan. Dengan demikian, laporan keuangan merupakan informasi historis. Tetapi, guna melengkapi analisis untuk proyeksi masa depan perusahaan, informasi kualitatif dan informasi-informasi iain yang sejenis perlu ditambahkan ke dalam laporan keuangan.[7]

Pelaporan keuangan sebagai komunikasi laporan keuangan yang diterbitkan dan informasi terkait dari sebuah perusahaan bisnis kepada pihak ketiga (pengguna eksternal) termasuk pemegang saham, kreditor, pelanggan, otoritas pemerintah dan masyarakat. Hal ini juga merupakan pelaporan informasi akuntansi dari sebuah entitas (individu, perusahaan, pemerintah) ke pengguna/sekelompok pengguna. Pelaporan keuangan perusahaan adalah total sistem komunikasi yang melibatkan perusahaan sebagai penerbit; investor dan kreditor sebagai pengguna utama,


pengguna eksternal lainnya; profesi akuntansi sebagai pengukur dan auditor; dan peraturan atau administrasi hukum perusahaan pihak berwajib.[2]

Laporan keuangan juga dapat berisi informasi dari sumber selain catatan akuntansi, sistem akuntansi umumnya diatur atas dasar elemen laporan keuangan (aset, kewajiban, pendapatan, pengeluaran, dan lain-lain) dan memberikan sebagian besar informasi untuk laporan keuangan. Keuangan pernyataan yang sekarang paling sering diberikan adalah keseimbangan lembar atau laporan posisi keuangan, pendapatan atau laporan laba rugi, laporan laba ditahan, pernyataan perubahan lain dalam pemilik atau ekuitas pemegang saham, dan laporan perubahan posisi keuangan (laporan sumber dan aplikasi dana).[3]

Laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu atau menggambarkan hasil dari proses akuntansi keuangan yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyajikan laporan kemajuan perusahaan secara periodik. Manajemen perlu mengetahui bagaimana perkembangan keadaan investasi dalam perusahaan dan hasil-hasil yang dicapai selama jangka waktu yang diamati. Pada umumnya laporan keuangan terdiri atas neraca dan laporan laba rugi.

Laporan keuangan perlu dibuat dengan ketentuan atau aturan tertentu. Audit laporan keuangan merupakan proses tersitem untuk menilai secara objektif suatu bukti tentang pernyataan, tindakan serta peristiwa ekonomi guna memastikan tingkatan korespondensi antara pernyataan tersebut serta kategori yang telah ditetapkan sebelumnya dan berkomunikasi hasil untuk pengguna yang tertarik.[4]

b.   Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.[5] Guna memenuhi tujuan tersebut, pelaporan keuangan harus menunjukkan segala hal yang telah dilakukan pihak manajemen serta pertanggungjawaban pihak manajemen terhadap resources yang dibebankan padanya.[6]

Menurut Kasmir, tujuan pembuatan atau penyususnan laporan keuangan adalah sebagai berikut:[7]

1)   Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

2)   Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3)   Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.

4)   Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

5)   Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

6)   Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.

7)   Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.

8)   Informasi keuangan lainnya.

            Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.[8]

c.    Jenis Laporan Keuangan

Penyusunan laporan keuangan terkadang disesuaikan juga dengan kondisi perubahan kebutuhan perusahaan. Artinya jika tidak ada perubahan dalam laporan tersebut, tidak perlu dibuat sebagai contoh laporan perubahan modal atau laporan catatan atas laporan keuangan. Atau dapat pula laporan keuangan dibuat hanya sekadar tambahan, untuk memperkuat laporan yang sudah dibuat. Dalam praktiknya, secara umum ada lima macam jenis laporan keuangan yang biasa disusun.[9]

1)  Neraca

Neraca (Balance sheet) merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Arti dari posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi jumlah dan jenis aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.

2)  Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi (income statement) merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dari Selisih jumlah pendapatan dan jumlah biaya disebut laba atau rugi.

3)  Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Kemudian, laporan ini juga menjelaskan perubahan modal dan sebab-sebab terjadinya perubahan modal di perusahaan.


 

4)  Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, baik yang terpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas. Laporan kas terdiri arus kas masuk (cash in) dan arus kas keluar (cash out) selama periode tertentu.

5)  Laporan Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila ada laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu. Artinya terkadanng ada komponen atau nilai dalam laporan keuangan perlu diberi penjelasan terlebih dulu sehingga jelas.

 

2.      Audit dan Auditor

a.    Pengertian Audit

Secara bahasa, audit merupakan serapan dari bahasa latin, yaitu “auderee”, yang artinya mendengar. Kata mendengar ini diartikan aktivitas mencerap setiap informasi dari segala media melalui pendengaran, kemudian diikuti oleh respon dari pendengar tersebut. Jadi  suapaya aktivitas mendengar itu terjadi maka ada syarat-syarat tertentu diantaranya:

1)   Adanya informasi

2)   Adanya media

3)   Adanya media pendengaran

4)   Adanya respon

Oleh sebab itu, maka bisa dikatakan, pemeriksaan atau audit merupakan suatu aktivitas menyerap, proses mengolah, serta proses merespon terhadap data yang biasanya dilakukan pihak-pihak yang bisa dipercaya serta disampaikan pada pihak-pihak yang memiliki berkepentingan dalam menindaklanjuti suatu laporan keuangan.[10]

Dilihat dari sisi akuntansi publik, Auditor akuntansi adalah pihak audit yang bersifat objektif dalam memeriksa laporan keuangan dari sebuah perusahaan ataupun organisasi, dan bertujuan menentukan tingkat kewajaran dari laporan keuangan serta keadaan finansial suatu perusahaan.[11] Definisi audit yang lebih baik dan lebih umum merupakan suatu proses yang sistematis untuk mendapat dan menilai bukti dengan objektif tentang tindakan serta peristiwa ekonomi dalam memastikan tingkat kesesuain antar pernyataan tersebut dengan persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya, dan mengkomunikasikan hasil pada pihak pengguna dan para pemangku kebijakan.[12]

Jadi audit adalah proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.[13] Audit sangat penting dilakukan bagi semua lembaga ataupun perusahaan.

Audit dilakukan sebagai pendekatan sistematis. Audit mengikuti rencana terstruktur dan terdokumentasi (rencana audit). Dalam proses audit, catatan akuntansi dianalisis oleh auditor menggunakan berbagai teknik yang diterima secara umum. Audit harus direncanakan dan disusun sedemikian rupa sehingga mereka yang melaksanakan audit dapat sepenuhnya memeriksa dan menganalisis semua bukti penting. Audit dilakukan secara obyektif.

Audit adalah seorang yang independen, objektif dan ahli pemeriksaan dan evaluasi bukti. Auditor bersikap adil, tidak memihak, dan tidak mengizinkan prasangka atau bisa untuk mengesampingkan objektivitas mereka. Auditor memperoleh dan mengevaluasi bukti. Auditor menilai keandalan dan kecukupan informasi yang terkandung dalam catatan akuntansi yang didasari oleh sumber data:[14]

1)   mempelajari dan mengevaluasi sistem akuntansi dan pengendalian internal yang diinginkannya

2)   untuk mengandalkan dan menguji pengendalian internal tersebut untuk menentukan sifat, luas, dan waktunya prosedur audit lainnya

3)   melaksanakan pengujian, pertanyaan, dan prosedur verifikasi akuntansi lainnya yang dianggap tepat.pada keadaan tertentu.

Audit bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil kepada pengguna yang tertarik dan mengungkapkan opini yang diinformasikan dan kredibel laporan tertulis. Jika item yang diaudit adalah laporan keuangan, auditor harus menyatakan pernyataan yang benar dan adil atau hadir dengan adil dalam semua material menghormati posisi keuangan perusahaan.[15] Berikut adalah unsur-unsur Audit: [16]

1)   Proses yang sistematis

Audit merupakan satu proses sistematis berupa satu rangkaian langkah demi langkah dan prosedural yang rasional, memiliki kerangka yang terorganisir, terencana, serta bertujuan.

2)   Mengevaluasi laporan secara objektif.

Proses sistematis itu bertujuan untuk mendapat bukti sebagai dasar pernyataan individual atau suatu badan usaha tertentu, dan untuk menilai tanpa berpihak dan berprasangka pada laporan-laporan tersebut.

3)   Pernyataan tentang kegiatan ekonomi.

Pernyataan tentang kegiatan yang bersifat ekonomi merupakan hasil dari proses pencatatan akuntansi dimana outputnya adalah pernyataan yang bisa disajikan pada suatu pelaporan keuangan, seperti laporan neraca, laporan laba rugi, laporan keuntungan ditahan, serta laporan dalam perubahan kondisi keuangan.

4)   Menetapkan tingkat kesesuaian.

Kesesuaian antar laporan dengan syarat yang telah ditentukan kemungkinan bisa dinyatakan secara kuantitatif, dan mungkin pula bisa disajikan secara kualitatif.

5)   Kriteria yang telah ditetapkan.

Standar yang digunakan dan menjadi dasar dalam menilai laopran keuangan bisa berupa aturan yang telah ditentukan oleh perusahaan atau badan hukum yang berwenang, biaya dan ukuran pencapaian lain yang telah ditentukan oleh pihak manajemen, serta sebuah prinsip akuntansi yang lazim.

6)   Penyampaian Hasil.

Proses penyampaian tahap Audit ini sering dikatakan sebagai pengesahan. penyajian hasil tersebut dilakukan dengan tertulis seperti laporan keuangan oleh Auditor akuntansi. Pengesahan dari laporan secara tertulis tersebut bisa meningkatkan ataupun menurunkan keterpercayaan pengguna laporan keuangan.

7)   Pemakai yang berkepentingan.

Pada dunia ekonomi, pengguna laporan keuangan yang memiliki kepentingan pada laporan tersebut biasanya merupakan para pemegang saham, para manajemen, para kreditur, para investor atau yang akan menjadi investor dan para kreditur, pihak buruh, pihak perpajakan.[17]


 

b.        Ukuran Kantor Akuntan Publik

Auditor adalah pihak yang dianggap mampu menjembatani kepentingan pihak prinsipal (shareholders) dengan pihak agen (managment) dalam mengelola keuangan perusahaan. Auditor sebagai pihak ketiga yang independen dibutuhkan untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja manajemen apakah telah bertindak sesuai dengan kepentingan prinsipal melalui laporan keuangan. Auditor bertugas untuk memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan mengungkapkan permasalahan kelangsungan hidupnya (going concern) yang dihadapi perusahaan apabila auditor meragukan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.[18]

Menurut Arens dalam buku Tandiontong (2016), Auditor merupakan seseorang yang secara mandiri dan ahli dalam melakukan proses audit laporan keuangan. Audit adalah proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Auditor terdiri dari auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.17/ PMK.01/2008 dan auditor yang bekerja pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan Undang-undang No.16 Tahun 2006.[19]

Pekerjaan auditor adalah melaksanakan auditing untuk menghasilkan opini auditor. Dimaksud dengan audit adalah meningkatkan kredibilitas laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen entitas atau auditee atau auditan. Dengan demikian terdapat perbedaan peranan manajemen dengan auditor. Manajemen sebagai auditee atau auditan menyiapkan laporan keuangan yang akan diaudit oleh auditor. Peranan auditor berkenaan dengan laporan keuangan.[20] Laporan keuangan sering diaudit oleh independen akuntan (auditor) untuk tujuan peningkatan kepercayaan pada keandalan mereka. Beberapa pelaporan keuangan dilakukan oleh manajemen di luar laporan keuangan tersebut diaudit, atau direview tetapi tidak diaudit, oleh independen akuntan atau ahli lainnya, dan beberapa disediakan oleh manajemen tanpa audit atau tinjauan oleh orang-orang di luar perusahaan.[21]

Dalam dunia ekonomi, perusahaan yang dianggap memiliki auditor berkualitas baik merupakan KAP Big Four. Big Four merupakan empat KAP (Kantor Akuntan Publik) terbesar yang memberikan konsultasi pajak dan berbagai layanan manajemen lainnya. Di mana keempat perusahaan tersebut yaitu, Deloitte Touche Tohmatsu, PwC (PricewaterhouseCoopers), EY (Ernst & Young), dan KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler). Disebut sebagai KAP Big Four karena firma tersebut memiliki nilai aset yang besar dan jaringan yang luas. Keempat firma tersebut sering melayani perusahaan Global Fortune 500.

KAP Big Four dianggap lebih berkualitas karena biasanya para auditor diberikan serangkaian pelatihan dan prosedur yang lebih akurat serta program audit yang lebih lengkap dibandingkan dengan KAP non- big four. Auditor yang lebih berkualitas dianggap lebih mampu, cermat, dan teliti dalam meneliti laporan keuangan kliennya. Dengan demikian, diharapkan agar auditor dapat menemukan penyimpanganpenyimpangan yang mungkin terjadi dalam laporan keuangan yang diperiksanya. Bila penyimpangan-penyimpangan itu dapat ditemukan serta diperbaiki maka dapat dipastikan kualitas dari laporan keuangan tsb juga meningkat.

Dengan demikian, ukuran kantor akuntan publik dapat diukur dengan laporan keuangan suatu perusahaan diaudit oleh KAP Big Four. Ukuran kantor akuntan publik sering digunakan sebagai proksi dari kualitas audit pada laporan keuangan, namun demikian dalam banyak penelitian kompetensi dan independensi masih jarang digunakan untuk melihat seberapa besar kualitas audit secara aktual. Ukuran kantor akuntan publik didasarkan pada auditor yang memiliki kekuatan monitoring yang baik secara umum.[22]

c.       Tipe-Tipe Auditor

           Ada dua tipe dasar auditor: auditor eksternal independen dan internal auditor. Auditor pemerintah mengambil fungsi auditor internal dan eksternal.

1)      Auditor Internal

Proses audit internal merupakan aktivitas penilaian secara mandiri yang dibuat dalam saat badan usaha atau perusahaan tertentu yang bertujuan untuk memberi jasa audit pada pihak manajemen dalam memeriksa setiap kegiatan perusahaan. Proses audit internal adalah aktivitas kontrol manajemen dengan fungsi mengukur serta menilai efektifitas sistem kontrol dan pengawasan yang lain. Tujuan dari proses audit internal yakni membantu seluruh anggota manajerial untuk mengelola efektifitas tanggung jawab dengan menyiapkan analisa, evaluasi, pengajuan serta komentar yang berkaitan dengan aktivitas yang dipelajari.[23]

Banyak perusahaan dan organisasi besar yang memiliki staf audit internal. Intern auditor dipekerjakan oleh masing-masing perusahaan untuk menyelidiki dan menilai efektivitas operasi perusahaan untuk manajemen. Banyak perhatian mereka sering diberikan kepada penilaian pengendalian internal. Sebagian besar pekerjaan mereka terdiri dari audit operasional, selain itu, mereka dapat melakukan audit kepatuhan.

Di banyak negara, auditor internal adalah sangat terlibat dalam audit keuangan. Dalam keadaan ini auditor eksternal harus meninjau pekerjaan yang dilakukan oleh auditor internal. Departemen audit internal melapor langsung kepada presiden atau dewan direksi. Auditor internal harus independen dari kepala departemen dan eksekutif lainnya yang karyanya dia ulas. Auditor internal, bagaimanapun, tidak pernah bisa independen dalam hal yang sama rasa sebagai auditor independen karena mereka adalah karyawan perusahaan mereka memeriksa. Auditor internal memiliki dua pengaruh utama pada audit laporan keuangan: Keberadaan dan pekerjaan mereka dapat mempengaruhi sifat, saat, dan luas prosedur audit.[24]

2)      Auditor Eksternal

Proses audit secara eksternal merupakan satu proses pemeriksaan keuangan secara sistematis dan objektif pada pelaporan keuangan satu perusahaan ataupun badan usaha lain yang bertujuan memberi masukan tentang kewajaran situasi dan kondisi keuangan serta pendapatan usaha dari perusahaan ataupun badah usaha tersebut.[25]

Auditor internal dapat menggunakan auditor internal untuk memberikan bantuan langsung dalam pelaksanaannya audit. Jika demikian, auditor eksternal harus menilai auditor internal kompetensi (pendidikan, pengalaman, sertifikasi profesi) dan objektivitas (status organisasi dalam perusahaan). [26]

d.        Spesialisasi Auditor

Spesialisasi auditor pada bidang tertentu merupakan dimensi lain dari kualitas audit. Spesialisasi auditor atau disebut juga sebagai auditor spesialis, merupakan auditor-auditor yang memiliki keahlian dan memiliki banyak pengalaman dalam mengaudit perusahaan dalam suatu jenis industri tertentu. Menurut Siregar, auditor dikatakan sebagai spesialis disuatu industri apabila telah mengikuti pelatihan-pelatihan yang berfokus pada suatu industri tertentu. Selain itu, auditor yang memiliki banyak pengalaman audit dan terkonsentrasi pada suatu industri tertentu juga dapat disebut sebagai auditor spesialis.[27]

Dalam penelitian Sitorus menjelaskan bahwa awal mula berkembangnya spesialisasi industri auditor ini adalah dari restrukturisasi pelayanan industri tertentu yang dilakukan oleh KAP KPMG (Klynfeld Peat Marwick Goedelar) pada tahun 1993. Dengan diadakannya restrukturisasi pelayanan ini, pemahaman auditor akan bisnis perusahaan jauh lebih baik dari sebelumnya, sehingga insentif yang diperoleh KAP jauh lebih besar.[28]

Hal-hal penting yang dijelaskan KPMG dari kutipan tersebut adalah mengenai kesimpulan tentang pentingnya spesialisasi auditor untuk jenis perusahaan tertentu yaitu:

1)     Auditor spesialis memiliki pengetahuan lebih mendalam mengenaispesialisai industrinya serta lebih mampu memahami isu – isu yang terkait bisnis kliennya.

2)     Auditor spesialis mampu merespon isu-isu yang terkait dengan bisnis klien dengan memberi saran bisnis yang tepat, seperti risiko bisnis yang dihadapi klien.

3)     Auditor spesialis memiliki pengalaman yang lebih baik karena dapat menggabungkan pengalaman audit lokal dan global yang pernah dilakukan serta memilikipengetahuan industri dan teknologi-teknologi terbaru untuk membantu klien mencapai kinerja bisnis yang berkelanjutan.

Auditor berfugsi sebagai pihak pemberi kepastian bahwa laporan keuangan auditan telah bebas dari salah saji material, dapat dipercaya kebenarannya untuk dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan dan telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. Pengetahuan yang harus dimiliki oleh auditor tidak hanya pengetahuan seputar audit dan akuntansi, namun auditor juga harus mengerti jenis industri kliennya. Di antara keahlian yang harus dikuasai oleh auditor adalah akuntansi, statistika,komputasi, ekonomika, hukum, manajemen, dan kebijakan publik.[29]

Meskipun prinsip-prinsip pengauditan berbagai jenis industri tidak jauh berbeda, namun tentu saja terdapat perbedaan dari segi operasional perusahaan, prinsip akuntansi yang digunakan, tata cara perhitungan pajak dan hal lain lain. Tentunya auditor spesialis lebih memungkinkan untuk mendeteksi kesalahan dibandingkan auditor non spesialis, pengetahuan auditor spesialis sangat dibutuhkan agar kualitas audit menjadi lebih baik.

 

3.      Kualitas Laporan Keuangan

Berdasarkan PSAK No.1 (IAI, 2015) karakteristik pokok kualitatif informasi dalam laporan keuangan sebagai berikut:[30]

a.    Dapat dipahami

Kualitas penting informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pengguna, dengan asumsi bahwa pengguna memiliki pemahaman yang memadai tentang aktivitas ekonomi, bisnis dan akuntansi.

b.    Relevan

Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan cara membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Informasi keuangan masa lalu umum digunakan untuk dasar memprediksi laporan keuangan di masa yang akan datang. Relevansi informasi dipengaruhi oleh materialistisnya, informasi dipandang material jika kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna.

c.    Keandalan

Informasi akuntansi dikatakan andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan penyajian yang jujur serta tulus, menyajikan apa yang harus disajikan atau wajar dalam penyajiannya. Karakteristik informasi yang andal adalah: (1) Penyajian jujur, agar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan (wajar). (2) Substansi mengungguli bentuk, jika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujur transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi. (3) Netralitas, informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pengguna, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu. (4) Pertimbangan sehat, mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah.

d.   Dapat dibandingkan

Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pengguna juga harus dapat membandingkan laporan keuangan antar entitas untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Atik Fajaryani (2015) integritas laporan keuangan dapat diukur dengan menggunakan indeks konservatisme. Indeks konservatisme digunakan dengan alasan keidentikan konservatisme yang menyajikan laporan keuangan yang understate yang memiliki risiko lebih kecil dibanding laporan keuangan yang overstate.[31]


Tabel Operasional Variabel

No

Variabel

Definisi

Indikator

Skala

1

Kualitas Laporan Keuangan (Y)

Laporan keuangan adalah hasil akhir.proses akuntansi. Laporan keuangan yang berkualitas dilihat dari laporan keuangan yang dapat dipahami dan relavan.

 

(Sawir, 2018)

Diukur dengan menggunakan variabel dummy yaitu:

-   nilai 1 jika laporan keuangan pendapat wajar tanpa pengecualian;

-   nilai 0 jika laporan keuangan pendapat wajar dengan pengecualian

 

Nominal

2

Ukuran Kantor Akuntan Publik (X1)

Ukuran kantor akuntan publik merupakan sebagai proksi dari kualitas audit pada laporan keuangan. Ukuran kantor akuntan publik didasarkan pada auditor yang memiliki kekuatan monitoring yang baik secara umum.

 

(Tandiontong, 2016)

Diukur dengan menggunakan variabel dummy yaitu:

-   nilai 1 jika diaudit oleh KAP Big Four;

-   nilai 0 jika tidak diaudit oleh KAP Big Four

Nominal

3

Spesialisasi Auditor (X2)

Spesialisasi auditor merupakan uditor-auditor yang memiliki keahlian dan memiliki banyak pengalaman dalam mengaudit perusahaan dalam suatu jenis industri tertentu.

 

(Siregar, 2016)

Diukur dengan menggunakan variabel dummy yaitu:

-   nilai 1 jika perusahaan diaudit oleh auditor spesialis;

-   nilai 0 diaudit oleh auditor bukan spesialis (auditor nonspesialisasi)

 

Nominal

 





[7] Agnes Sawir, Analsis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan (Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama, 2018), hlm. 2

[2] Jawahar Lal, Accounting Theory And Practice Fourth Revised Edition (Himalaya Publishing House, 2017), hlm 257

[3] Jawahar Lal, Accounting Theory And Practice Fourth Revised Edition (Himalaya Publishing House, 2017), hlm 257.

[4] Karla M. Johnstone, Audrey A. Gramling, and Larry E. Rittenberg, Auditing: A Risk-Based Approach to Conducting a Quality Audit, Ninth Edition (South-Western: Cengage Learning, 2015), hlm 3.

[5] Siti Maria Wardayati, Pengantar Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang & Koperasi (Malang: Penerbit Selaras Media Kreasindo, 2015), hlm 24.

[6] Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan, 2009), hlm 2.

[7] Kasmir, Analisis Laporan Keuangan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 10

[8] Muammar Khaddafi, Saparuddin Siregar, dkk, Akuntansi Syariah (Medan: Madenatera, 2016), hlm 100.

[9] Kasmir, Analisis Laporan Keuangan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 28

[10]Rahmadi Murwanto, Adi Budiarso, dkk, Audit Sector Publik Suatu Pengantar Bagi Pembangunan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (Lembaga Pengkajian Keuangan Publik dan Akuntansi Pemerintah Badan Pendidikan Dan Pelatihan Keuangan Departemen Keuangan RI, 2009), hlm 2-3.

[11] Mathius Tandiontong, Kualitas Audit dan Pengukurannya (Jakarta: Alfabeta, 2016), hlm 60.

[12] Rick Hayes, Roger Dassen, dkk, PRINCIPLES OF AUDITING An Introduction to International Standards on Auditing (United Kingdom: Pearson Education Limited, 2005), hlm 10-11.

[13] Mathius Tandiontong, Kualitas Audit dan Pengukurannya (Jakarta: Alfabeta, 2016), hlm 64.

[14] Rick Hayes, Roger Dassen, dkk, PRINCIPLES OF AUDITING An Introduction to International Standards on Auditing (United Kingdom: Pearson Education Limited, 2005), hlm 11.

[15] Rick Hayes, Roger Dassen, dkk, PRINCIPLES OF AUDITING An Introduction to International Standards on Auditing (United Kingdom: Pearson Education Limited, 2005), hlm 12.

[16] Mathius Tandiontong, Kualitas Audit dan Pengukurannya (Jakarta: Alfabeta, 2016), hlm 58.

[17] Ibid, hlm 59.

[18] Mathius Tandiontong, Kualitas Audit dan Pengukurannya (Jakarta: Alfabeta, 2016), hlm 10

[19] Ibid, hlm 64

[20] Ibid, hlm 67

[21] Jawahar Lal, Accounting Theory And Practice Fourth Revised Edition (Himalaya Publishing House, 2017), hlm 257.

[22] Mathius Tandiontong, Kualitas Audit dan Pengukurannya (Jakarta: Alfabeta, 2016), hlm 75

[23] Ibid, hlm 60.

[24] Rick Hayes, Roger Dassen, dkk, PRINCIPLES OF AUDITING An Introduction to International Standards on Auditing (United Kingdom: Pearson Education Limited, 2005), hlm 16.

[25] Mathius Tandiontong, Kualitas Audit dan Pengukurannya (Jakarta: Alfabeta, 2016), hlm 60.

[26] Rick Hayes, Roger Dassen, dkk, PRINCIPLES OF AUDITING An Introduction to International Standards on Auditing (United Kingdom: Pearson Education Limited, 2005), hlm 17-18.

[27] Siregar, B.U., Pengaruh Audit Tenure, Reputasi Auditor, Spesialisasi Audit, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Universitas Sumatera Utara. Medan, 2016), hlm.23

[28] Sitorus, T., Analisis Pengaruh Spesialisasi Industri Auditor terhadap Deteksi Kecurangan dalam Laporan Keuangan dengan Audit Tenure sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2014 (Universitas Sumatera Utara, 2016), hlm.23

[29] Mathius Tandiontong, Kualitas Audit dan Pengukurannya (Jakarta: Alfabeta, 2016), hlm 156.

[30] Ikatan Akuntan Indonesia. Penyajian Laporan Keuangan: Prakarsa Pengungkapan. Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan, 2015.

[31] Atik Fajaryani, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Integritas Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013) (Jurnal Nominal, Vol.4 No.1, 2015), hlm.71

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJI HETEROSKEDASTISITAS DENGAN UJI BREUSCH PAGAN GODFREY DI EVIEWS

  SIAPDAN DATA DI EXCEL BUKA DATA EXCEL DENGAN OPEN WITH EVIEWS  AKAN MUNCUL TAMPILAN SEPERTI INI KLIK NEXT TERUS SAMPAI MUNCUL INI, PILIH U...