Kamis, 06 Juli 2023

LITERASI KEUANGAN SYARIAH (TINJAUAN PUSTAKA)

  Landasan Teori

1.1 Pengertian Literasi Keuangan Syariah

Literasi keuangan adalah sesuatu yang lebih dari sekedar pengetahuan, itu juga mencakup sikap, perilaku, dan keterampilan. Literasi keuangan adalah pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan risiko keuangan, dan keterampilan, motivasi, dan kepercayaan diri untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman tersebut untuk membuat keputusan yang efektif di berbagai konteks keuangan, untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan individu dan masyarakat, dan untuk memungkinkan partisipasi dalam kehidupan ekonomi (Świecka, 2019).

Literasi keuangan merupakan elemen pengatahuan yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi suatu negara, sebab dengan semakin tinggi tingkat literasi keuangan penduduknya, maka semakin mudah sistem keuangan diimplementasikan dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan, maka semakin mudah lembaga-lembaga keuangan memberikan akses keuangan kepada masyarakat. Literasi keuangan adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan secara efektif untuk mencapai kesejahteraan. Adapun strategi untuk mencapainya adalah dengan cara meningkatkan kesadaran dan akses ke pendidikan keuangan yang efektif, menentukan dan mengintegrasikan kompetensi keuangan inti, meningkatkan infrastruktur pendidikan keuangan, dan melakukan identifikasi, tingkatkan, dan bagikan praktik yang efektif. Istilah literasi keuangan meliputi pengetahuan mengenai konsep keuangan, kemampuan memahami komunikasi tentang konsep keuangan, kecakapan mengelola keuangan pribadi/perusahaan, dan kemampuan melakukan keputusan keuangan dalam situasi tertentu (Kusumadewii, 2019).

Literasi keuangan, pengetahuan keuangan, dan kapasitas keuangan sering digunakan secara bergantian. Literasi keuangan didefinisikan sebagai terdiri dua elemen kunci: seberapa baik seorang individu dapat memahami informasi keuangan dan seberapa baik seorang individu dapat menggunakan informasi keuangan untuk mengelola keuangan pribadinya baik dalam pengambilan keputusan jangka pendek dan perencanaan keuangan jangka panjang (Kusumadewii, 2019).

Literasi Keuangan semakin didahulukan di berbagai negara, karena diakui memberikan kontribusi terhadap stabilitas keuangan, keuangan inklusi, dan berfungsinya pasar keuangan secara efektif. Literasi keuangan merupakan faktor penting untuk stabilitas keuangan dan jalan untuk menghindari kemungkinan terjadinya krisis di masa depan (Saedi, 2018).

Pengetahuan keuangan harus memahami terlebih dahulu industri jasa keuangan, antara lain bank, asuransi, pasar modal, lembaga keuangan, dana pensiun, pegadaian, dan lembaga jasa keuangan lainnya (OJK, 2017). Literasi keuangan adalah pemahaman konsep dan dampak keuangan, yaitu kepercayaan diri, motivasi dan keterampilan untuk menggunakan pengetahuan tentang lingkungan financial dalam mengambil keputusan yang tepat, menaikkan status financial pribadi dan komunitas, dan mendorong partisipasi hidup ekonomis (Liebowitz, 2016).

Meningkatkan literasi keuangan dengan menambahkan semua aspek sikap dan perilaku keuangan pada pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri pada lembaga keuangan, produk, dan layanan. Secara umum, definisi mengacu pada keyakinan, keterampilan dan pengetahuan, yaitu pengetahuan keuangan, yaitu informasi, keterampilan dan keyakinan yang mempengaruhi mentalitas dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan tindakan moneter untuk mencapai kesuksesan. Sikap dan perilaku yang memungkinkan pengambilan keputusan berkualitas tinggi dan langkah-langkah pengelolaan keuangan membuat kemajuan. Saat merevisi strategi pengetahuan keuangan nasional, sikap dan perilaku financial juga menjadi fokus perhatian semua negara. Sikap dan perilaku keuangan ini menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan tidak datang dari pengetahuan, berbakat dalam menggunakan dan menerima anggaran, mata pelajaran, dan pendidikan administrasi, tetapi terlalu dekat dengan pentingnya perubahan keadaan pikiran dan perilaku anggaran dalam mengelola kehidupan yang lebih baik (Gunawan, 2022).

Alasan perlunya perilaku financial dalam literasi keuangan merupakan bahwa rencana literasi keuangan bertumpu pada metode informasi tidak mengubah sikap kecuali jika terdapat perilaku dan motivasi yang benar. Sedangkan tingkah laku dapat merupakan ekspresi dari suatu sikap. Perilaku financial membuat individu dalam menetapkan target financial, rencana keuangan dan pengelolaan financial yang lebih bagus untuk menggapai kemakmuran (OJK, 2017).

Pemahaman keuangan berkaitan dengan kapasitas atau bakat seseorang dalam mengawasi dana individu atau perdagangan. Literasi keuangan dapat berupa kapasitas kognitif dan instruksi keuangan seseorang yang berdampak pada perilaku moneter dan aktivitas untuk meningkatkan kesejahteraan anggaran. Literasi keuangan dapat menjadi struktur modal bagi orang-orang dalam kerangka informasi dan kapasitas yang dapat digunakan dalam latihan keuangan yang mempengaruhi perilaku terkait uang dan kesejahteraan terkait uang (Ismanto, 2019).

Pemahaman yang kurang baik terhadap literasi keuangan akan berdampak buruk pada kemampuan seseorang untuk memahami keuangan mereka. Seperti pemahaman investasi sangat menentukan dalam perkembangan ekonomi seseorang di masa yang akan datang. Sebagai akibat dari lemahnya pemahanan akan literasi keuangan, maka dalam melakukan konsumsi ataupun keputusan-keputusan ekonomis lainnya, orang dengan kemampuan literasi rendah akan lebih mengedepankan insting daripada logika ekonomi yang benar, sehingga hampir sebagian besar keputusan ekonomi yang dibuatnya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Literasi keuangan sebagai bagian dari konsep literasi ekonomi yang lebih luas. Dengan demikian, mereka mengidentifikasi tiga bidang kompetensi dalam literasi keuangan yaitu: (Kusumadewii, 2019)

1.      Pengambilan keputusan dan rasionalitas individu

2.      Hubungan dan interaksi dengan orang lain

3.      Tatanan dan sistem keseluruhan. Mereka menyebutkan ini bidang yang berkaitan dengan masalah literasi keuangan secara komprehensif. Tujuannya adalah untuk menciptakan manusia-manusia yang memiliki kompetensi dan terdidik secara finansial.

Literasi dalam bahasa inggris yaitu literacy berasal dari bahasa latin littera atau huruf yang artinya melibatkan penguasaan sitem-sistem tulisan dan konvensi-konvensi yang menyertainya. Literasi berarti kemampuan membaca, menulis, pendidikan, pembelajaran dan pengetahuan. Literasi diartikan sebagai membaca dan imu pengetahuan. Selain itu literasi juga berkaitan dengan pembelajaran. Literasi keuangan dapat diartikan sebagai literasi keuangan, dengan tujuan mencapai kesejahtraan (Soekarno, 2021).

Finansial adalah suatu pembelajaran mengenai konsep, pengaplikasian, dan sistem yang dapat mempengaruhi kekayaan seorang individu, perusahaan bahkan negara baik dalam waktu jangka pendek ataupun jangka panjang.Finansial juga mengidentifikasikan motivasi atau tujuan dari suatu tindakan serta penentuan pengambilan keputusan. Transaksi finansial bukan hanya ketika melakukan simpanan pada bank saja. Transaksi finansial juga terjadi ketika melakukan transaksi dengan pasar saham, melakukan pembelian secara kredit, melakukan peminjaman uang kepada bank atau menerbitkan surat utang, ataupun ketika suatu negara menerbitkan surat utang. Literasi keuangan atau disebut juga dengan pengetahuan keuangan didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengelola informasi ekonomi, membuat perencanaan keuangan, dan membuat keputusan yang lebih baik tentang akumulasi kekayaan, pensiun, dan juga hutang (Cole, 2008).

Literasi keuangan adalah informasi, kemampuan, dan keyakinan, yang menentukan kualitas pengambilan pilihan dan administrasi anggaran dalam pengaturan untuk mencapai keberhasilan. Literasi keuangan mencakup instruksi anggaran dan peningkatan fondasi, yang kurang lebih mencakup administrasi keuangan, jenis industri administrasi moneter, item terkait uang dan administrasi yang menghitung manfaat, biaya, bahaya terhadap item dan administrasi terkait uang, hak dan komitmen klien, item dan manfaat sampai ke komponen dana, serta data lain yang terkait dengan komponen pertukaran untuk pembagian anggaran dan administrasi seperti retribusi.

Literasi keuangan adalah rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan dan keterampilan seseorang dan masyarakat luas sehingga mereka mampu mengelola finansial dengan baik. Literasi keuangan memiliki tujuan jangka panjang bagi seluruh golongan masyarakat, yaitu meningkatkan literasi seseorang yang sebelumnya less literate atau not literate menjadi well literate, dan meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa finansial.

Literasi keuangan (financial literacy) juga dapat dipahami sebagai pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola keuangan guna meningkatkan kesejahteraan. Sedangkan personal financial literacy didefenisikan sebagai pengetahuan mengenai konsep-konsep keuangan. Personal financial literacy mencakup pengetahuan dasar mengenai keuangan pribadi (basic personal finance), pengetahuan mengenai manajemen uang (cash management), pengetahuan mengenai kredit dan utang, pengetahuan mengenai tabungan dan investasi serta pengetahuan mengenai risiko (Yushita, 2017). Ada empat hal yang paling umum dalam finansial literasi adalah penganggaran, tabungan, pinjaman, dan investasi (Remund, 2010).

Kompetensi keuangan sebagai kemampuan kognitif seseorang terhadap penilaian, pengambilan keputusan dan kemampuan perencanaan, baik secara praktis dan teknis akan keterampilan seseorang untuk menerapkan rencana keuangan dan pengambilan keputusan, termasuk penggunaan media elektronik. Dalam hal ini berkaitan dengan pengalokasian uang tunai, serta mengelola pendapatan melalui pembelanjaan pada aset material dan nonmaterial untuk diri mereka sendiri, ataupun sebagai wali untuk orang lain, dan sebagai perwakilan sosial atau politik untuk masyarakat umum, dalam menghasilkan dan melaksanakan secara efisien dan bertanggung jawab aset tersebut untuk mencapai efek terbaik pada jangka pendek, menengah dan / atau kesejahteraan jangka panjang dari orang-orang yang bersangkutan (Kusumadewi, 2019).

Istilah terdidik secara finansial adalah digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mau dan mampu menilai, memutuskan dan bertindak secara mandiri (pemerintahan sendiri), tepat dan bertanggung jawab sesuai dengan ini kompetensi dialihkan dalam situasi kehidupan yang berbentuk keuangan. Literasi keuangan (financial literacy) dan pengetahuan keuangan (financial knowledge) keduanya merupakan modal bagi setiap orang untuk mengelola keuangannya dengan benar, namun memiliki konstruksi yang berbeda. Literasi keuangan merupakan dimensi integral dari konsep keuangan secara menyeluruh. Sedangkan literasi keuangan memiliki dimensi yang lebih menekankan pada unsur kemampuan dan keyakinan seseorang untuk menggunakan literasi keuangannya dalam membuat keputusan keuangan. Ketika mengembangkan instrumen untuk mengukur literasi keuangan, akan menjadi penting untuk menentukan tidak hanya jika seseorang mengetahui informasi keuangan tetapi juga jika dia dapat menerapkannya dengan tepat (Kusumadewi, 2019).

Penilaian mengenai pengertian individu dalam memahami prosedur anggaran dan daya serta percaya diri dalam mengawasi akun individu dengan cara pemilihan anggaran jangka pendek dan jangka panjang yang lebih konsisten, dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kehidupan serta berubahnya kondisi keuangan merupakan definisi dari literasi keuangan. Apalagi sebagai negara yang berlandaskan prinsip Ketuhanan, konsekuensinya aktivitas financial harus berdasarkan hukum agama.

Pada saat yang sama, keuangan syariah merupakan bidang yang erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi sektor entitas, oleh karena itu keuangan syariah tidak bisa dipisahkan dari ekonomi dan ekonomi Islam. Landasan ekonomi dan keuangan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam adalah keimanan, akhlak, dan ajaran Islam. Oleh karena itu, ilmu ekonomi dan keuangan Islam diartikan sebagai informasi, bakat dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pilihan keuangan dan pengelolaan keuangan berdasarkan rasionalitas, etika dan ajaran Islam untuk mencapai pertumbuhan (Mukhlisin, 2019).

Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah teridiri dari komponen. Sehingga, untuk dapat memperjelas aspek itu, sangat penting untuk mengenali komponen-komponen yang ada didalamnya, terlebih dahulu. Konsep literasi keuangan memiliki dua sisi utama adalah elemen penguasaan informasi anggaran dan elemen yang terkait dengan penggunaan literasi keuangan itu sendiri. Pada tahap ini, langkah selanjutnya adalah merumuskan konsep pemahaman financial yang lebih komprehensif. Pada keuangan Islam, dunia dana tidak dapat dipisahkan dari aliran keuangan itu sendiri. Konsep literasi keuangan Islam ada dua aspek seperti bagian informasi, dan bagian implementasi yaitu kemampuan khusus untuk menggunakan ilmu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang unik (Mukhlisin, 2019).

1.2  Dimensi Literasi Keuangan Syariah

Literasi Keuangan mencakup beberapa dimensi keuangan yang harus dikuasai. Beberapa dimensi literasi keuangan yang meliputi pengetahuan umum keuangan, tabungan dan pinjaman, asuransi, serta investasi (Ismanto, 2019).

 1.   Pengetahuan Dasar Tentang Keuangan Syariah

Pengetahuan tentang keuangan mencakup pengetahuan keuangan pribadi, yakni bagaimana mengatur pendapatan dan pengeluaran, serta memahami konsep dasar keuangan. Konsep dasar keuangan tersebut mencakup perhitungan tingkat bunga sederhana, bunga majemuk, pengaruh inflasi, opportunity cost, nilai waktu uang, likuiditas suatu aset, dan lain-lain.

2.   Simpanan dan Pinjaman Syariah

Simpanan dan pinjaman (saving and borrowing) merupakan produk perbankan yang lebih dikenal sebagai tabungan dan kredit. Tabungan (saving) merupakan sejumlah uang yang disimpan untuk kebutuhan di masa depan. Seseorang yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pengeluarannya akan cenderung menyimpan sisa uangnya tersebut. Bentuk simpanan bisa berupa tabungan dalam bank atau tabungan dalam bentuk deposito. Sedangkan pinjaman (borrowing) merupakan suatu fasilitas untuk melakukan peminjaman uang dan membayarnya kembali dalam jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

3.   Asuransi Syariah

Asuransi merupakan suatu bentuk perlindungan secara finansial yang bisa dilakukan dalam bentuk asuransi jiwa, asuransi properti, asuransi pendidikan dan asuransi kesehatan. Tujuan dari asuransi adalah untuk mendapatakan ganti rugi apabila terjadi hal yang tidak terduga seperti kematian, kehilangan, kecelakaan, atau kerusakan. Asuransi melibatakan pihak tertanggung untuk melakukan pembayaran premi secara berkala dalam suatu waktu tertentu yang berguna sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan yang diperoleh dari pihak tertanggung.

4.   Investasi Syariah

Investasi adalah menyimpan atau menempatkan uang agar bisa bekerja sehingga dapat menghasilkan uang yang lebih banyak. Cara yang sering digunakan seseorang dalam berinvestasi yakni dengan meletakkan uang ke dalam surat berharga termasuk saham, obligasi dan reksa dana atau dengan memiliki real estate.

Mukhlisin (2019) juga menjelaskan literasi keuangan terdapat 4 dimensi yaitu:

1.   Manajemen keuangan pribadi (personal finance) merupakan proses perencanaan dan pengendalian keuangan dari unit individu atau keluarga

2.   Bentuk simpanan di Bank yang dapat dilakukan dalam bentuk tabungan (sebagian pendapatan mastyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek), deposito berjangka (simpanan pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu), sertifikat deposito (deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan), dan giro (simpanan pada bank yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran).

3.   Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian resiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain (dalam hal ini adalah perusahaan asuransi). Definisi asuransi yang lain adalah merupakan suatu pelimpahan resiko dar pihak pertama kepada pihak lain.

4.   Investasi merupakan suatu bentuk pengalokasian pendapatan yang dilakukan saat ini untuk memperoleh manfaat keuntungan (return) di kemudian hari yang bisa melebihi modal investasi yang dikeluarkan saat ini.

1.3  Aspek Literasi Keuangan Syariah

Literasi keuangan dibagi dalam 4 (empat) aspek, yaitu (Kusumadewi, 2019):

1.      General Personal Finance Knowledge, meliputi pemahaman beberapa hal yang berkaitan dengan pengetahuan dasar tentang keuangan pribadi.

2.      Saving and borrowing, bagian ini meliputi pengetahuan yang berkaitan dengan tabungan dan pinjaman seperti penggunaan kartu kredit.

3.      Insurance, bagian ini meliputi pengetahuan dasar asuransi dan produk-produk asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan bermotor.

4.      Investment, bagian ini meliputi pengetahuan tentang suku bunga pasar, reksa dana, dan risiko investasi.

Pemahaman akan financial bertujuan untuk: (Ismanto, 2019)

1.      Perubahan sikap dan perilaku pribadi dalam mengelola anggaran.

2.      Meningkatkan kualitas pilihan keuangan individu,

1.4  Manfaat Literasi Keuangan Syariah

Beberapa manfaat dari literasi keuangan adalah sebagai berikut: (Yukaristia, 2019)

1.      Kepuasan finansial sebagai salah satu manfaat yang terkait dengan literasi keuangan diartikan sebagai kepuasan terhadap pendapatan seseorang, kemampuan menangani keadaan darurat keuangan, jumlah hutang, tingkat tabungan, dan uang untuk kebutuhan masa yang akan datang.

2.      Individu tidak hanya dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dan lebih terinformasi tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuan mengelola keuangan pribadi mereka.

3.      Literasi Keuangan membantu untuk membuat keputusan investasi anggota.

4.      Perencanaan pensiun dan efek dari literasi keuangan maka kebutuhan untuk membuat karyawan peka karena mereka mendekati akhir kehidupan kerja mereka menuju pensiun.

5.      Manajemen hutang ditetukan oleh kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan sehingga kemampuan mereka untuk membuat keputusan keuangan pribadi yang terinformasi atau bagaimana meminimalkan hutang mereka.

1.5  Pendekatan Untuk Mengukur Literasi Keuangan Syariah

Tingkatan literasi keuangan seseorang dibedakan menjadi beberapa jenis tingkat, diantaranya yaitu well literate, sufficient literate, less literate, dan not literate. Tingkat well literate, pada tingkatan ini seseorang dianggap memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan, sufficient literate, memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, less literate, hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan, dan not literate, tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. Literasi Keuangan memberikan manfaat, seperti mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik, dan terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas (Kusumadewi, 2019).

Terdapat dua pendekatan untuk mengukur literasi keuangan (Kusumadewi, 2019):

1.      Self-assessment

Menurut pendekatan pertama responden diminta untuk mengevaluasi kemampuan literasi mereka dengan memberikan informasi mengenai sikap mereka terhadap keputusan keuangan, pengetahuan, dan informasi. Pendekatan ini menunjukkan sebuah perbandingan internasional dari tingkat literasi pada 55 negara berdasarkan indikator literasi keuangan yang disediakan oleh IMD World CompetitiveYearbook (WCY).

2.      Objective measures like test score

Pendekatan kedua dalam mengukur literasi keuangan bergantung pada tes objektif yang menilai pengetahuan istilah keuangan dari responden, memahami berbagai konsep keuangan dan kemampuan untuk mengaplikasikan kemampuan numerik dalam keadaan khusus yang berhubungan dengan keuangan. Objektif tes telah ditemukan untuk menilai pengetahuan keuangan responden dengan lebih baik daripada self assessment

1.6  Ruang Lingkup dan Prinsip Literasi Keuangan Syariah

Ruang lingkup peningkatan pemahaman financial terdiri tahap rencana serta implementasi: (OJK, 2017)

1.      Pendidikan financial; dan

2.      Mengembangkan infrastruktur untuk mendukung seseorang dan / atau pemahaman financial sosial.

Adapun prinsip dasar literasi keuangan adalah sebagai berikut: (OJK, 2017)

1.      Tersusun dan terukur latihan yang dilakukan sejalan dengan tujuan, teknik, pendekatan para ahli dan tata kelola keuangan yang memperdagangkan artis pertunjukan dan memiliki penanda untuk mendapatkan data tentang perbaikan pemahaman financial.

2.      Diatur menuju pencapaian. Latihan yang dikerjakan dapat mengapai target untuk meningkatkan keahlian terkait uang dengan mengoptimalkan aset yang ada.

3.      Latihan yang dapat dipertahankan dilakukan secara continue untuk tercapainya maksud yang telah ditetapkan dan memiliki perspektif jangka panjang. Pada penerapannya pelaku perdagangan harus mengutamakan pemahaman tentang administrasi moneter, pendidikan, barang dan atau administrasi moneter.

4.      Latihan kolaborasi dilakukan dengan melibatkan semua mitra dalam penggunaan latihan bersama.

1.7  Indikator Literasi Keuangan Syariah

   Adapun indikatorpada pemahaman atau literasi keuangan yaitu: (Mukhlisin, 2019)

1.      Pengetahuan keuangan

Pengetahuan keuangan adalah bagian penting dari pengetahuan keuangan pribadi, yang dapat menolong mereka membedakan produk dan layanan financial serta bernai mengambil keputusan. Dasar Syariah adalah pengetahuan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan yang nantinya harus digunakan oleh seseorang sebagai pribadi untuk mengelola keuangan pribadi, keluarga, dan bisnis.

2.      Perilaku keuangan

Perilaku seseorang pada akhirnya akan mempengaruhi status keuangan dan kesejahteraan dalam jangka pendek dan panjang.

3.      Sikap keuangan

Sikap keuangan adalah tahap rencana financial yang bertujuan di masa akan datang.

4.      Tingkat literasi keuangan

Tingkat literasi keuangan bersifat kompleks dan bagian dari gabungan perilaku keuangan, pengetahuan dan sikap.


DAFTAR PUSTAKA

 

Akmal, H. dan Y.E. Saputra. 2016. “Analisis Tingkat Literasi Keuangan”. JEBI (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam). Vol.1, No.2: 235-241.

Cole, et. al. 2008. “Financial Literacy, Financial Decisions, and the Demand for Financial Services: Evidence from India and Indonesia.” Harvard           Business School Working Paper 09-117.

Dewantara, M.M. 2014. “Pengetahuan, Nilai Religiusitas, Sikap, Dan Perilaku Membaca Label Halal Pada Mahasiswa”. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Egesta, E. 2019. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan Mahasiswa (Studi pada Mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Mahasiswa Fakultas Sains dan teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta”. Skripsi. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Gunawan, A. 2022. Monograf Pengukuran Literasi Keuangan Syariah dan Literasi Keuangan. Jakarta: UMSU Press

Hisan, K., dan Muhaya, F. 2021. Tingkat Literasi Keuangan Syariah Santri Dayah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 6 No 2.

Ismanto, H., dkk. 2019. Perbankan Dan Literasi Keuangan. Yogyakarta: Deepublish.

Krishna, A., R. Rofaida, dan M. Sari. 2010. “Analisis Tingkat Literasi Keuangan di Kalangan Mahasiswa dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Survey pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia)”. Jurnal Manajemen. Vol.10, No.3: 552-560

Kusumadewii, Rita, Ayus Ahmad Yusuf dan Wartoyo. 2019. Literasi Keuangan Syariah di Kalangan Pondok Pesantren. Cirebon: CV. Elsi Pro.

Liebowitz, Jay. 2016. Financial Literacy Education Addressing Student, Business,and Government Needs. CRC PressTaylor & Francis Group.

Margaretha, F. dan R.A. Pambudhi. 2015. “Tingkat Literasi Keuangan Pada Mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi”. Jurnal Manajemen Keuangan. Vol.17, No.1: 76-85.

Maulani, S. 2016. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Keuangan (Studi pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang Aktif Semester Genap Tahun 2015/2016)”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Mustofa. 2021. Analisis Literasi Keuangan Syariah dan Perilaku Menabung Mahasiswa. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan. Vol 18, No. 2

Mukhlisin, Murniati dan Mohamad Soleh Nurzaman. 2019. Strategi Nasional Pengembangan Materi Edukasi Untuk Peningkatan Literasi    Ekonomi Dan Keuangan Syariah Di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah Komite Nasional      Keuangan Syariah (KNKS).

Nasution, A.W. dan M Fatria AK. 2019. “Analisis Faktor Kesadaran Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa Keuangan dan Perbakan Syariah”. EQUILIBRIUM: Jurnal Ekonomi Syariah. Vol.7, No.1: 40-63.

Otoritas Jasa Keuangan. 2017. Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia. Jakarta.

Puspita, A.T., D lubis, dan M Muthohharoh. 2020. “Faktor–Faktor yang Memengaruhi Tingkat Literasi Keuangan Syariah pada Mahasiswa Muslim di Bogor”. Jurnal Al-Muzara’ah. Vol.9, No.1: 1-20.

Remund, D. L. 2010. “Financial Literacy Explicated: The Case for a Clearer Definition in an Increasingly Complex Economy.” Journal of Consumer Affairs, 44 (2).

Saedi, Ali and Meysam Hamedi. 2018. Financial Literacy Empowerment in the Stock Market. Switzerland: Palgrave Pivot.

Said, S. dan Amiruddin, A. M. 2017. Literasi Keuangan Syariah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Studi Kasus UIN Alauddin Makasar). Jurnal Al-Ulum Vol 17 (1)

Soekarno, S. 2021. Manajemen Perencanaan Keuangan. Jakarta: Prenada Media.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Bandung: CV Alfabeta.

Suryanto dan M Rasmini. 2018. “Analisis Literasi Keuangan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Survey pada Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah di Kota Bandung)”. Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi. Vol.8, No.2.

Świecka, Beata, ed. 2019. Financial Literacy and Financial Education: Theory and Survey. Berlin: Walter de Gruyter GmbH.

Yukaristia. 2019. Literasi: Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Problematika Sosial di Indonesia. Jawa Barat: CV Jejak.

Yushita, Amanita Novi. 2017. “Pentinganya Literasi Keuangan Bagi Pengelolaan Keuangan Pribadi.” Jurnal Nominal. Volume VI, No.1.


A.      Daftar Pertanyaan Literasi Keuangan Syariah

1.      Dalam keuangan syariah, jika anda meminjamkan uang 1 juta maka anda harus mengembalikan pokok dan bunganya.

a.       Benar

b.      Salah

2.      Setiap transaksi pada keuangan syariah harus didasarkan pada prinsip yang berdasarkan?

a.       Peraturan Lembaga Keuangan Syariah

b.      Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits)

c.       Peraturan Pemerintah

3.      Siapakah yang bertugas memantau kepatuhan penerapan prinsip syariah pada kegiatan operasional perbankan syariah?

a.       Pimpinan Bank

b.      Dewan Pertimbangan Perbankan

c.       Dewan Pengawasan Syariah (DPS)

4.      Manfaat yang diperoleh dengan mengetahui keuangan dasar syariah adalah?

a.       Prinsip keuangan menjadi sesuai Syariat Islam

b.      Mengetahui jenis transaksi yang mengandung unsur riba, gharar, dan maysir

c.       Semua jawaban benar

5.      Sistem kerja dari ekonomi syariah menggunakan prinsip bagi hasil dalam sebuah kerja sama usaha.

a.       Benar

b.      Salah

6.      Salah satu produk yang ditawarkan oleh perbankan syariah ketika seseorang nasabah ingin menyimpan uangnya dibank adalah?

a.       Ijarah

b.      Tabungan Wadi’ah

c.       Wakalah

7.      Berikut ini akad yang bisa digunakan dalam sistem pembiayaan syariah, kecuali?

a.       Mudharabah

b.      Wadi’ah

c.       Murabahah

8.      Pembagian keuntungan perbankan syariah kepada nasabah atas simpanannya berdasarkan nisbah (porsi) yang disepakati setiap bulannya disebut?

a.       Keuntungan

b.      Revenue (Pendapatan)

c.       Bagi Hasil

9.      Dalam kontrak pembiayaan murabahah, penjual tidak diharuskan memberi informasi kepada pembeli tentang biaya pembelian dan besarnya laba yang ia ambil dalam pembiayaan (kredit) tersebut.

a.       Benar

b.      Salah

10.      Salah satu manfaat dari tabungan mudharabah adalah bank syariah akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan nasabah meningkat.

a.       Benar

b.      Salah

11.      Prinsip yang digunakan dalam asuransi syariah adalah sistem tolong menolong (takaful).

a.       Benar

b.      Salah

12.  Yang bukan manfaat menggunakan asuransi syariah adalah?

a.       Lebih transparan dalam pengelolaan dananya

b.      Resiko sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan asuransi

c.       Tidak ada unsur riba, maysir dan gharar

13.  Kategori produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi syariah adalah?

a.       Tabungan emas, tabungan wadiah, tabungan mudharabah

b.      Takaful individu, takaful grup, takaful umum

c.       Obligasi Syariah, saham syariah, reksadana syariah.

14.  Konsep resiko yang digunakan pada asuransi syariah adalah?

a.       Risk transfer (Pengalihan Risiko)

b.      Risk Shering (Pembagian Resiko)

c.       Tidak ada jawaban yang benar

15.  Perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional terletak pada adanya pengawasan dari dewan pengawas syariah.

a.       Benar

b.      Salah

16.  Salah satu produk investasi syariah adalah?

a.       Sukuk/Obligasi

b.      Takaful Grup

c.       Pembiayaan Syariah

17.  Dalam investasi dengan keuntungan yang tinggi pasti memiliki resiko yang tinggi juga.

a.       Benar

b.      Salah

18.  Salah satu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh menajer investasi dengan prinsip syariah adalah?

a.       Reksadana Syariah

b.      Saham Syariah

c.       Obligasi Syariah

19.  Investasi merupakan bentuk penanaman modal atau uang yang dapat diambil keuntungan dimasa depan.

a.       Benar

b.      Salah

20.  Dalam Islam, sebuah bank atau perusahaan investasi diperkenankan memungut komisi atau imbalan atas jasa pengelolaan keuangan yang diberikannya.

a.       Benar

b.      Salah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJI HETEROSKEDASTISITAS DENGAN UJI BREUSCH PAGAN GODFREY DI EVIEWS

  SIAPDAN DATA DI EXCEL BUKA DATA EXCEL DENGAN OPEN WITH EVIEWS  AKAN MUNCUL TAMPILAN SEPERTI INI KLIK NEXT TERUS SAMPAI MUNCUL INI, PILIH U...