Selasa, 04 Juli 2023

KINERJA KARYAWAN (LANDASAN TEORI)

Kinerja Karyawan

1.      Pengertian Kinerja Karyawan

Suatu penelitian telah memperlihatkan bahwa suatu lingkungan kerja yang menyenangkan sangat penting untuk mendorong tingkat kinerja karyawan yang paling produktif. Dalam interaksi sehari-hari, antara atasan dan bawahan, berbagai asumsi dan harapan lain muncul. Ketika atasan dan bawahan membentuk serangkaian asumsi dan harapan mereka sendiri yang sering agak berbeda, perbedaanperbedaan ini yang akhirnya berpengaruh pada tingkat kinerja. Kinerja adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Kinerja merujuk pada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja dinyatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik (Priyono, 2018:58).

Kinerja merupakan tindakan-tindakan atau pelaksanaan yang dapat diukur. Ketika membicarakan kinerja, biasanya berfikir tentang dimensi baik-buruk. Artinya, apabila seseorang memberikan hasil pekerjaan yang sesuai dengan standart atau kriteria yang telah dibakukan oleh organisasi, maka kinerja yang dimiliki orang tersebut tergolong baik, jika tidak, berarti berkinerja buruk. Beragamnya definisi kinerja menunjukkan konsep kinerja belum mendapatkan kata sepakat diantara para peneliti (Priyono, 2018:65).

Menurut Robbins (2017:45) bahwa kinerja pegawai adalah sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi. Dalam studi manajemen kinerja pekerja atau pegawai ada hal yang memerlukan pertimbangan yang penting sebab kinerja individual seorang pegawai dalam organisasi merupakan bagian dari kinerja organisasi, dan dapat menentukan kinerja dari organisasi tersebut. Berhasil tidaknya kinerja pegawai yang telah dicapai organisasi tersebut akan dipengaruhi oleh tingkat kinerja dari pegawai secara individu maupun kelompok. Kinerja (ferformance) merupakan perilaku organisasional yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang atau penyampaian jasa.

 

2.      Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian kerja (performance appraisal) adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan-balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka. Artinya penilaian kerja merupakan suatu tahapan-tahapan yang dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap hasil kerja karyawan (Priyono, 2018:87).

Penilaian kinerja pegawai (performance appraisal) atau biasa juga disebut penilaian prestasi pegawai merupakan bagian yang sangat penting dalam manajemen sumber daya manusia. Penilaian kinerja sering dipakai sebagai dasar bagi kompensasi, perbaikan kerja manajemen, umpan balik, dokumentasi, keputusan-keputusan pegawai (misalnya, promosi, transfer, pemecatan, pemberhentian), analisis kebutuhan latihan, pengembangan pegawai, penelitian dan evaluasi. Oleh karena itu, penilaian kinerja perlu dilakukan secara obyektif agar dapat meningkatkan keunggulan kompetitif melalui peningkatan produktivitas dan pelayanan yang baik serta responsiv terhadap pasar (pelanggan). Informasi mengenai penilaian kinerja sangat berguna baik pegawai maupun organisasi. Bagi pegawai informasi dapat meningkatkan prestasi kerjanya dan dapat pula terjadi sebaliknya menurunkan semangat kerja jika informasi itu tidak benar. Sedangkan bagi organisasi seperti yang disebutkan pada bagian atas (Luthan, 2016:38).

Selanjutnya adanya empat alasan mengapa harus dilakukan penilaian kinerja para karyawan, yaitu (Priyono, 2018:65):

a.       Sebagai alat memotivasi karyawan yang berorientasi prestasi

b.      Sebagai dasar pemberian ganjaran (kenaikan gaji), kompensasi, insentif, hadiah pelayanan, liburan, dan promosi

c.       Sebagai dasar disiplin (status pekerjaan tetap, penurunan pangkat, pemecatan)

d.      Sebagai pedoman untuk persyaratan pelatihan dan pengembangan perorangan

3.      Indikator Kinerja Karyawan

Menurut Robbins (2017:49) kinerja karyawan memiliki enam indikator, yaitu:

a.       Kualitas

Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawa terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.

b.      Kuantitas

Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.

c.       Ketepatan Waktu

Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2019. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Asih, GY. Widhiastuti, H. Dewi, R. 2018. Stress Kerja. Semarag : Semarang University Press

Aulia, M. 2021. “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN (Persero) Area Jambi Rayon Telanaipura”. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (MenKeu). Vol.10, No.2.

Indartono, S. (2012). Pengantar Manajemen: Character Inside. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Kreitner, R., dan Kinicki. 2013. Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba Empat.

Luthan, F. 2016. Perilaku Organisasi Edisi 10. Yogyakarta : Andi Ofset.

Moeheriono. 2018. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Mukhtar, A. 2021. Stres Kerja dan Kinerja Di Lembaga Perbankan Syariah. Bojong : PT. Nasya Expanding Management.

Munandar, 2017. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Erlangga

Priyono. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sidoarjo : Zifatama Publisher.

Putri, V.S., dan F.P. Sary. 2020. “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT Lestari Busana Anggun Mahkota di Bagian Produksi)”. Jurnal Mitra Manajemen (JMM Online). Vol.4, No.2.

Rialmi, Zachkharia. 2021. Manajemen Konflik dan Stress. Bandung : CV. Widina Media Utama.

Robbins, Stephen P. 2017. Perilaku organisasi. Jakarta : PT Indeks.

Sagala, E.J. dan R.P. Ardi. 2017. “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan : Studi Kasus pada Tenaga Pengajar di Telkom University”. e-Proceeding of Management. Vol.4, No.1.

Saranani, F. Setiawan, M, dan Asraf. 2022. Stres Kerja. Bandung : CV. Media Sains Indonesia.

Sarinah & Mardalena. (2017). Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Deepublish.

Siagian, S P. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif R&D. Bandung : Alfabeta.

Susan, E. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam9(2), 952-962.

Umar, Husein. 2014. Strategic Management in Action. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Waluyo, Minto. 2013. Psikologi Industri. Jakarta : Akademia Permata.

Wartono, T. 2017. “Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Majalah Mother And Baby)”. Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen Universitas Pamulang. Vol.4, No.2.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJI HETEROSKEDASTISITAS DENGAN UJI BREUSCH PAGAN GODFREY DI EVIEWS

  SIAPDAN DATA DI EXCEL BUKA DATA EXCEL DENGAN OPEN WITH EVIEWS  AKAN MUNCUL TAMPILAN SEPERTI INI KLIK NEXT TERUS SAMPAI MUNCUL INI, PILIH U...