Jumat, 14 Juli 2023

Brand Islam (Landasan Teori)

 

1.      Pengertian Brand Islam

Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi kepada umatnya untuk saling mengenal antara satu dengan yang lain, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain dalam kehidupan sehari-hari. Citra produk merupakan suatu tampilan produk, dalam Islam sendiri penampilan produk tidak membohongi pelanggan, baik menyangkut besaran kuantitas maupun kualitas.[1]

Brand atau Merek didefinisikan sebagai nama, istilah, tanda, simbol, desain atau gabungan dari keseluruhannya yang ditujukan untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga berbeda dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh pesaing. [2] Islamic branding dapat didefinisikan sebagai pemanfaatan nama-nama yang berkaitan dengan Islam atau menunjukkan identitas halal terhadap sebuah produk. [3]

Merek merupakan suatu hal yang ikut berperan penting dalam mempengaruhi minat konsumen memilih suatu produk maupun jasa. Merek sebagai penentu akan persepsi yang timbul dibenak konsumen karena merek-lah yang pertama kali dilihat konsumen dalam proses pembelian. Sehingga seorang pemasar mutlak mempertimbangkan merek untuk produk maupun jasa yang ditawarkannya.

Seorang pemasar muslim, menjadi peluang besar dalam membangun sebuah merek Islami (Islamic branding) yaitu sebuah merek yang dibangun dengan tujuan memunculkan ciri khas nilai-nilai keIslaman seperti kejujuran, kehormatan, syariah dan sebagainya. Hal ini merupakan strategi dalam menarik konsumen muslim untuk mencintai produk produk Islami, selain itu merupakan peluang besar melihat mayoritas penduduk di Indonesia adalah penduduk muslim. [4]

Informasi yang lengkap mengenai branding meliputi empat elemen sebagai berikut: [5]

a.       Personality

Keseluruhan karakteristik perusahaan yang dipahami public sasaran seperti perusahaan yang dapat dipercaya, perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial. Publik memiliki penilaian terhadap personality perusahaan, terutama berkaitan dengan respon dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungannya. Selain itu, personality dimaksud juga dapat dibentuk oleh sejauhmana perusahaan memiliki kepedulian terhadap masyarakat sekitar seperti keterlibatannya dengan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian program-program sosial yang dilakukan perusahaan akan dapat membentuk personality perusahaan tersebut dimata masyarakat secara umum.

b.      Reputation

Hal yang telah dilakukan perusahaan dan diyakini public sasaran berdasarkan pengalaman sendiri maupun pihak lain seperti kinerja keamanan transaksi sebuah perusahaan. Reputasi atau nama baik perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya juga menjadi penilaian tersendiri bagi masyarakat terutama yang dalam hal ini adalah pelanggan perusahaan. Baik buruknya reputasi perusahaan diketahui pelanggan berdasarkan pengalaman memanfaatkan layanan jasa perusahaan yang diberikan. Selain itu, pengetahuan pelanggan tentang pengalaman perusahaan, kepemilikan perusahaan dan prestasi yang dicapai oleh perusahaan juga dapat membentuk reputasi perusahaan tersebut.

c.       Value

Nilai-nilai yang dimiliki suatu perusahaan dengan kata lain budaya perusahaan seperti sikap manajemen yang peduli terhadap pelanggan, kayawan yang cepat tanggap terhadap permintaan maupun keluhan pelanggan.

d.       Corporate identity

Komponen-komponen yang mempermudah pengenalan public sasaran terhadap perusahaan seperti logo, warna, dan slogan. Pada perusahaan jasa perbankan, komponen-komponen yang mempermudah pengenalan publik terhadap suatu bank juga disebabkan adanya logo bank, warna dan slogan yang dipakai sehubungan dengan layanan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Selain itu, ketersediaan paket-paket hadiah yang dijanjikan kepada konsumen serta jenis-jenis produk yang ditawarkan juga dapat mempermudah masyarakat mengenal  bank tersebut.

2.      Indikator Brand Islam

Brand Islam dapat dimaknai sebagai penunjukkan identitas halal untuk sebuah produk atau penggunaan nama-nama yang berkaitan dengan Islam. Branding Islam dibagi menjadi tiga bentuk: [6]

a.       Islamic branding by complience

Islamic branding harus memiliki dan menunjukkan daya tarik yang sangat kuat pada konsumen dengan cara patuh dan taat kepada syariah Islam. Brand yang masuk dalam kategori ini adalah produknya halal, diproduksi oleh negara Islam, dan ditujukan untuk konsumen muslim.

b.      Islamic brand by origin

Produk berasal dari negara yang sudah dikenal dengan negara yang Islam, sehingga pengguanaan brand tanpa harus menunjukkan kehalalan produknya.

c.       Islamic brand by customer

Branding ini dinikmati oleh konsumen muslim walaupun berasal dari negara non muslim. Untuk menarik perhatian konsumen muslim Branding ini biasanya menyertakan label halal pada produknya.



[1] Liya Setiawati, Pengaruh Islamic Service Quality Dan Brand Image Terhadap Kepuasan Nasabah, Jurnal Humaniora Vol 2, No.2, 2019, hlm 166.

[2] Philip Kotler, dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran Edisi Ketiga Belas Jilid 1, (Jakarta: Erlangga, 2009), hlm 111.

[3] Gina Khairunnisa dan Zakiyah Zahara, Pengaruh Islamic Branding Dan Perilaku Religius Terhadap Kepuasan Nasabah Pada BSM Palu, Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7, No 3, 2021, hlm 227.

[4] Dhika Amalia Kurniawan, dan Muhammad Zaenal Abidin, Pengantar Pemasaran Islam Konsep, Etika, Strategi dan Implementasi, (Jawa Timur: Lembaga Penerbitan Universitas Darussalam Gontor, 2018), hlm 144.

[5] Rudy Haryanto, Manajemen Pemasaran Bank Syariah (Teori dan Praktik), (Pamekasan: Duta Media Publishing, 2020), hlm 44-46.

[6] Baker Ahmad Alserhan, On Islamic branding : Brands As Good Deeds, Journal of Islamic Marketing, Vol. 1 No. 2, 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UJI HETEROSKEDASTISITAS DENGAN UJI BREUSCH PAGAN GODFREY DI EVIEWS

  SIAPDAN DATA DI EXCEL BUKA DATA EXCEL DENGAN OPEN WITH EVIEWS  AKAN MUNCUL TAMPILAN SEPERTI INI KLIK NEXT TERUS SAMPAI MUNCUL INI, PILIH U...